blog-indonesia.com
Welcome Myspace Comments

Kamis, 19 Juni 2008

TARGET RASIO KOMPUTER DAN SISWA 1:20

TARGET RASIO KOMPUTER DAN SISWA 1:20
Tanggal Berita: 07 - 05 - 2008

JAKARTA--MI: Pemerintah Indonesia menargetkan rasio akses siswa SMP dan SMA terhadap komputer meningkat ke angka satu komputer untuk 20 siswa atau 1:20.


"Saat ini rasio komputer dan siswa di Indonesia adalah 1:1.000. Dengan keadaan seperti ini Indonesia tidak mungkin mengembangkan Information, Communications and Telecommunications (ICT)," kata Menko Kesra Aburizal Bakrie, di Jakarta, Selasa (6/5) malam.


Ia melanjutkan pemerintah Indonesia lewat program satu juta komputer menargetkan rasio komputer berikut piranti lunak yang legal untuk para siswa adalah 1:20. Kerja sama yang bisa dijalin pemerintah Indonesia adalah dengan Microsoft dan produsen piranti lunak lain, sementara piranti kerasnya dengan pihak-pihak yang lain.


Aburizal Bakrie menyatakan hal tersebut dalam kaitan kunjungan Chairman of Microsoft Bill Gates pada 8-9 Mei 2008. Sedangkan Chairman of Intel Copration Craig R. Barrett, akan
berkunjung pada 15 Mei 2008.


"Kita berharap sektor ICT bisa terus membaik di Indonesia lewat kerja sama dengan produsen piranti lunak dan piranti keras seperti Microsoft dan Intel.


Ia juga menyebutkan kedatangan Bill Gates ke Jakarta merupakan hal positif dan memperbaiki kesan dan citra yang baik tentang Indonesia secara internasional.


Sementara itu selama ini pemerintah Indonesia lewat Depdiknas telah bekerja sama dengan Microsoft dalam hal penyediaan piranti lunak dan pelatihan bagi guru se Indonesia.


Menurut data Microsoft, sejak tahun 2003 kerja sama Microsoft-Depdiknas telah menyediakan piranti lunak berikut pelatihan kepada 177.000 guru di seluruh Indonesia yang dampaknya dapat dirasakan oleh sekitar 7,5 juta murid.


Sejak tahun 2007 Microsoft juga telah memberikan harga khusus piranti lunak untuk siswa seharga 3 dolar AS dan berlaku untuk semua negara termasuk Indonesia. Aburizal Bakrie menyebutkan kerjasama Indonesia dengan produsen piranti lunak akan sangat mendukung rencana Depdiknas menggencarkan proses belajar lewat internet.


"Diharapkan bakal ada kerja sama agar tingkat penggunaan internet di Indonesia bisa naik. Tetapi sampai saat ini belum ada kesepakatan rinci soal kerja sama itu," ujarnya. (Ant/OL-03) http://www.mediaindonesia.com/

45 PERSEN PESERTA UN SUSULAN DI JAKTIM MUNDUR

45 PERSEN PESERTA UN SUSULAN DI JAKTIM MUNDUR
Tanggal Berita: 19 - 05 - 2008

Peserta Ujian Nasional Sekolah Dasar (UN SD) susulan di Jakarta Timur, ternyata tidak diikuti oleh seluruh siswa. Dari 148 siswa yang tidak ikut UN, hanya 75 murid yang mendaftar untuk ikut UN susulan. Selebihnya tidak mendaftar tanpa alasan jelas.

Kasudin Pendidikan Dasar Jakarta Timur, Zaenal Soleman, mengatakan rencananya UN susulan bagi murid SD, akan digelar serempak se-DKI Jakarta pada hari Rabu (21/5) hingga Jumat (23/5) pekan depan. Karenanya ia meminta agar seluruh murid yang akan mengikuti UN susulan mempersiapkan diri sejak sekarang.

Senada dengannya, Endang Wahyu, Ketua Rayon UASBN SD Jakarta Timur mengatakan, umumnya murid-murid SD itu tidak dapat mengikuti UN karena sedang sakit. Makanya Pemda DKI memberikan toleransi agar mereka dapat mengikuti UN susulan.

“Karena UN susulan itu kan dikhususkan bagi murid yang tidak mengikuti UN karena sakit, terkena bencana, atau hal-hal lain yang membuatnya tidak dapat mengikuti UN,” paparnya, Jumat (16/5).

Jadwal mata pelajaran dalam UN susulan pun akan disesuaikan dengan jadwal sebelumnya. Setidaknya pada hari pertama nanti, murid akan mengikuti UN susulan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika dan IPA. “Untuk hasil dari UN susulan itu akan diumumkan pada hari itu juga, usai pelaksanaan UN,” lanjut Endang.

Sementara, Supriyadi Kasie Tenaga Pendidikan Sudin Dikdas Jaktim khusus untuk Kecamatan Cipayung, tercatat ada 14 murid yang tidak mengikuti pelaksanaan UN pada hari pertama hingga hari ketiga. "Yang akan ikut UN susulan hanya delapan murid, sedangkan enam murid lainnya mengundurkan diri,” ujar Supri yang juga menjabat Plh Kasie Dikdas Kecamatan Cipayung.

Hal yang sama juga terjadi di Kramatjati, dari jumlah 24 murid yang tidak mengikuti UN, ternyata sampai saat ini yang sudah terdaftar hanya lima murid. Hal sama juga terjadi di Kecamatan Pulogadung, dari sembilan murid yang tidak mengikuti UN, diprediksi hanya tujuh murid yang akan mengikuti UN susulan. Dua murid lainnya tidak memberikan kabar. Penulis: NURITO, Sumber: nurito,

Menanti Sertifikasi Guru

Menanti Sertifikasi Guru

By. Yoyon P Utomo

Satu, dua hari

Telah terlewati

Menutup lelah

Demi sertifikasi

Tiga, empat hari

Telah dilalui

Mendapat ilmu

Dari diklat sertifikasi

Lima, enam hari

Telah telampui

Menggugah semangat

Demi lolos sertifikasi

Tujuh, delapan hari

Telah berlalu

Menggapai harapan

Dari wacana sertifikasi

Hari kesembilan pun

Telah datang

Bukan merupakan akhir

Bukan merupakan capaian

Tapi awal dari harapan

Para pahlawan bangsa

Guru bangsa

Menggapai sertifikasi

Yang saat ini masih

Terus dinanti

Tanpa pasti.

Bulan Juli – November, Ujian Kesetaraan Paket A, B dan C

Bulan Juli – November, Ujian Kesetaraan Paket A, B dan C

Siswa SD hingga SMA atau sederajat yang tidak lulus ujian tahun ini bisa langsung mendaftar untuk mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan atau UNPK yang digelar Juni dan November 2008. Intinya dengan mengikuti UNPK Paket A, B dan C, siswa yang tidak lulus bisa dapat memiliki ijazah setara SD, SMP dan SMA.

Proses mengikuti UNPK sendiri dikoordinasikan sekolah untuk didaftarkan ke bagian yang menangani pendidikan kesetaraan. Selain itu, siswa juga bisa mendaftar secara individual ke satuan pendidikan non formal kesetaraan.

Waktu pelaksanaan UNPK dilakukan secara serentak yang digelar dalam dua gelombang setiap tahun. Dimana UNPK Paket C atau setara SMA, dilaksanakan pada 24 – 27 Juni dan 11 – 14 November. Sedangkan Paket A dan B atau setara SD dan SMP dilakukan pada 1 – 3 Juli dan 18 – 20 November 2008. (ist/yoyon)

Tim Jump-Be PENS-ITS Mewakili Indonesia ke Kontes Robot Internasional 2008 UN Pendidikan Kesetaraan, Akhir Juni 2008

Tim Jump-Be PENS-ITS Mewakili Indonesia

ke Kontes Robot Internasional 2008

Tim Kontes Robot Indonesia (KRI) Jump-Be dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (PENS-ITS) akan mewakili Indonesia ke ajang kontes robot tingkat internasional ABU ROBOCON 2008 yang akan berlangsung di Pune, India pada 31 Agustus 2008. Kepastian ini diperoleh setelah Tim Jump-Be berhasil menjadi juara pertama pada grand final KRI 2008 yang diselenggarakan di Balairung, Kampus Universitas Indonesia , Depok, Jawa Barat, Minggu (15/06/2008) .

Pada partai final Tim Jump-Be berhasil mengalahkan Tim Khil_G dari Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, yang menjadi juara kedua. Tim Jump-Be juga terpilih menjadi tim dengan algoritma terbaik. Adapun Tim Koumori dari ITS dinobatkan sebagai tim dengan desain terbaik dan Tim Palapa dari Universitas Gadjah Mada berhasil meraih juara sebagai tim dengan inovasi terbaik.

Sementara pada Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2008 Tim Du 114 V8 dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung berhasil meraih juara pertama pada divisi senior robot beroda, sedangkan juara kedua direbut oleh Tim Tensai dari PENS-ITS. Pada divisi robot berkaki juara pertama diraih oleh Tim Rasyid dari Politeknik Caltex Riau, sedangkan juara kedua diraih oleh Tim al_Fajry dari ITS Surabaya .

Pada divisi expert single tampil menjadi juara pertama Tim gho-Zie dari PENS-ITS, sedangkan juara kedua diraih oleh Tim dot.B dari Politeknik Negeri Bandung. Sementara pada divisi expert swarm tampil sebagai pemenang Tim DU 102 dari UNIKOM Bandung, sedangkan posisi kedua ditempati oleh Tim Black_Ant_Teus dari Universitas Surabaya .

Tim DU 102 dari UNIKOM Bandung dan Tim Black_Ant_Teus dari Universitas Surabaya juga berhasil meraih penghargaan lain masing-masing sebagai tim dengan inovasi terbaik dan tim dengan algoritma terbaik. Sementara Tim Preaten C128 dari Universitas Indonesia menjadi pemenang pada kategori best spirit.

Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Somantri mengharapkan, prestasi yang dicapai oleh Tim PENS-ITS, para finalis, dan peserta lain menjadi satu tonggak untuk terus bergerak ke depan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. "Demi bangsa kita hand in hand memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, supaya ke depan mencapai kemajuan yang diidam-idamkan, " katanya pada penutupan acara.

Supremasi Tim PENS-ITS tidak tergoyahkan selama lima tahun berturut-turut. Bahkan pada 2004, Indonesia yang diwakili oleh PENS-ITS telah menorehkan sejarah sebagai juara pertama tingkat internasional di Jepang. Tim ini juga berhasil menjadi juara kedua tingkat internasional pada 2007 yang berlangsung di Vietnam. (yoyon/diknas)

UN Pendidikan Kesetaraan, Akhir Juni 2008

Penyelenggaraan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Tahun Pelajaran 2007/2008 akan dilaksanakan dalam dua periode. Ujian periode I untuk program Paket C dilaksanakan pada 24-27 Juni 2008, sedangkan untuk Paket A dan Paket B pada 1-3 Juli 2008. Ujian Periode II untuk program paket C diselenggarakan pada 11-14 November 2008,sedangkan untuk Paket A dan Paket B pada 18-20 November 2008. Mulai 2008 UNPK diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PNFI) Depdiknas Hamid Muhammad saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media, Depdiknas, Jakarta, Senin (9/06/2008).

Hadir pada acara Koordinator UNPK-BSNP Yunan Yusuf, Sekretaris UNPK-BSNP Suharsono, Direktur Pendidikan Kesetaraan Ditjen PNFI Depdiknas Ella Yulaelawati, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan (Ka Puspendik Balitbang) Depdiknas Burhanuddin Tolla, dan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama Amin Haedari.

Hamid mengatakan, pemerintah tidak menetapkan target kelulusan UNPK, tetapi akan memantau efektivitas proses pembelajaran pada program Paket A, Paket B, dan Paket C. Pemerintah, kata dia, juga akan melakukan antisipasi terhadap peningkatan jumlah peserta UNPK tahun 2008. Menurutnya, hal ini dilakukan bukan semata-mata disebabkan karena dari banyaknya siswa yang tidak lulus pada UN formal. "Tetapi juga karena program Paket A, B, dan C reguler, serta homeschooling yang setiap tahun berjumlah sangat signifikan," katanya.

Hamid menyebutkan, jumlah kelulusan peserta UNPK 2007 Paket A 79,1 persen, Paket B 86,84 persen, Paket C IPS 76,32 persen, dan Paket C IPA 72,66 persen. Sementara jumlah peserta UNPK 2007 kontribusi dari yang tidak lulus UN formal untuk Paket B 60 persen dan Paket C 42 persen.

Yunan menjelaskan, peserta UNPK terdiri atas tiga jenis yakni, peserta reguler dari masyarakat belajar pendidikan kesetaraan, peserta belajar mandiri atau pada homeschooling, dan peserta dari siswa yang tidak lulus pada UN formal.

Yunan mengatakan, khusus untuk peserta dari siswa yang tidak lulus UN formal pada jenjang SMK tidak diperbolehkan mengikuti UNPK. Hal ini, kata dia, disebabkan karena pada Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan tidak menyebutkan bahwa SMK boleh mengikuti UNPK. Selain itu, kata dia, ada mata pelajaran yang diujikan di UNPK, tetapi tidak dipelajari di SMK. "Kita tegaskan betul untuk SMK tidak boleh lagi mengikuti UNPK," katanya.

Yunan menyebutkan, materi yang diujikan untuk program Paket A meliputi lima mata pelajaran yakni Pendidikan Kewarganegaraan, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Untuk program Paket B materinya meliputi enam mata pelajaran yakni, Pendidikan Kewarganegaraan, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Sementara, lanjut Yunan, untuk program Paket C bidang IPS akan mengujikan tujuh mata pelajaran yakni, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, Bahasa Indonesia, Ekonomi, dan Matematika. Selanjutnya, pada program Paket C bidang IPA akan mengujikan tujuh mata pelajaran yakni, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Biologi, Kimia, Fisika, Bahasa Indonesia, dan Matematika.

Yunan menyampaikan, peserta UNPK dinyatakan lulus apabila memiliki nilai rata-rata minimal 5,25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan tidak ada nilai di bawah 4,25 atau memiliki nilai 4,00 pada salah satu mata pelajaran dengan nilai pada mata pelajaran lainnya minimal 6,00. "Peserta UNPK yang dinyatakan belum lulus dapat mengikuti UNPK periode berikutnya," ujarnya.

Yunan menambahkan, bagi peserta UNPK yang pernah mengikuti UNPK Paket A, Paket B, dan Paket C pada periode sebelumnya dan dinyatakan belum lulus, maka nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi dari mata pelajaran yang sama. "Jadi kalau dia mengulang pada bulan November, maka nilai yang digunakan adalah nilai yang tertinggi ketika dia mengikuti ujian yang kedua itu," katanya.

Burhanuddin menyebutkan, peserta UNPK Paket A sebanyak 58.833 orang, Paket B sebanyak 235.016 orang, dan Paket C IPA dan IPS sebanyak 224.595 orang. Adapun biaya penyelenggaraan UNPK disediakan oleh pemerintah. Untuk Paket C total sebanyak Rp.97.000,00 per siswa. "Artinya mungkin berbeda antara di Jakarta Rp.50.000, sedangkan di Maluku Utara lebih mahal, tapi rata-rata sekian," katanya.

Amin mengatakan, di lingkungan pondok pesantran banyak santri yang tidak mengikuti pendidikan formal, tetapi mengikuti Pendidikan Kesetaraan. Dia menyebutkan, jumlah institusi yang ikut UNPK sebanyak 620 pondok pesantren tersebar di 178 kabupaten/kota. Adapun jumlah peserta UNPK 2008 di bawah naungan Departemen Agama sebanyak 37.597 orang terdiri atas peserta Paket C 26.493 orang, Paket B 8.276 orang, dan Paket A 2.828 orang. (yoyon/diknas)

Selasa, 27 Mei 2008

GURU DAN SERTIFIKASI PROFESI

Sosok Umar Bakri ditengah-tengah masyarakat dewasa ini sering menjadi icon untuk dibicarakan. Tidak terkecuali mantan menteri pendidikan era orde baru Prof. DR. Fuad Hasan mengatakan bahwa 70 % guru-guru saat ini tidak layak mengajar. Suka tidak suka dengan kebenaran tersebut, kita sebagai makhluk yang dianggap super oleh siswa ini, eksistensi dan keprofesionalan guru dalam proses dedaktik metodik telah dipertanyakan, apalagi bila dikaitkankan dengan merosotnya kualitas pendidikan nasional kita. Sungguh tidaklah wajar penyebab rendahnya mutu pendidikan jika ditimpahkan kepundak guru semata, Banyak variabel yang menyokong atas merosotnya mutu pendidikan saat ini.

Bila kita menakar ulang keberadaan guru dalam KBM , guru memiliki fungsi ganda, disamping sebagai pengajar juga sebagai pendidik, maka guru secara otomatis mempunyai tanggung jawab yang besar. Sedikit ilustrasi setiap hari guru dihadapkan pada satu rombongan belajar (pasien) dengan latar belakang yang berbeda, mulai penyakit, kecerdasan, emosi, sikap, tingkah laku dll. Semua itu dibebankan kepada seorang guru untuk mendeteksi, meyembuhkan dan sekaligus juga memandaikannya. Bila kita bandingkan dengan Dokter untuk menangani satu pasien saja dia dibantu banyak orang mulai dari bagian yang mencatat keluhan pasien, meracik obat, nyuntik dll. Dari ilustrsi ini tidaklah berlebihan bila guru sesungguhnya manusia yang luar biasa.

UU Guru dan Dosen

Persaingan hidup yang semakin tajam dan didorong rasa ingin memperbaiki nasib, mampu menggeliatkan guru untuk melakukan demonstrasi besar-besaran menuntut pemerintah agar memperbaiki nasib dan kesejahteraan guru, hingga memunculkan sikap keterpaksaan pemerintah melaui UU Guru dan Dosen. Keterpaksaan pemerintah ini nampak dari ribetnya persyaratan yang harus dipenuhi guru bila ingin mendapatkan tambahan gaji, melalui sertifikasi profesi. Keterribetan ini ditandai dengan pengumpulan portofolio dengan segala accessoriesnya yang pada gilirannya akan mendorong guru banyak meninggalkan tugas mengajarnya, guru lebih memilih mendatangi seminar, workshop dan sejenisnya. karena harus mencari sebanyak-banyaknya sertifikat guna memenuhi standart nilai yang ditetapkan.

Sesungguhnya UU Guru dan Dosen adalah akal-akalan pemerintah untuk memperbaiki nasib guru. Hal ini diperparah lagi oleh sebagian pengamat pendidikan yang menyamakan sertifikasi guru sama dengan SIM (Surat Izin Mengemudi). Padahal antara guru dan sopir jelas-jelas berbeda. Penyamaan antara sertifikasi guru dengan orang mengambil SIM merupakan penyamaan yang menyesatkan. Izin praktek dokter dengan sertfikasi guru juga jelas-jelas berbeda, karena guru telah mendapatkan legal mengajar dan dokter tidak. Guru telah lama mendapatkan sertifikat mengajar (akta IV) Akibat penyesatan itu muncullah “nekoh-nekoh” dalam pelaksanaannya. Misalnya guru sarjana pendidikan (S-1 bahkan S-2) yang telah melahirkan Habibi Habibi baru dengan segudang prestasi dan telah mengajar 25 tahun harus disertifikasi agar bisa disebut sebagai guru professional? Dan lebih ironisnya lagi adalah bagaimana mungkin untuk menjadi guru professional hanya ditentukan oleh setumpuk sertifikat dan bukan oleh kemampuan dan kompetensi guru.

sUMBER : jARGON mULTIPLY

CARA TEPAT MENGAJARKAN DISIPLIN PADA MURID

Banyak guru yang mengeluhkan perilaku muridnya yang tidak disiplin. Mereka juga mengeluh sudah putus asa menghadapi kenakalan anak didiknya. Akibatnya, mereka menggunaan pemaksaan agar murid-muridnya mau berdisiplin. Tentu saja, cara ini sebaiknya dihindarkan karena bisa berdampak buruk bagi perkembangan psikologis murid. Jika cara ini tetap dilakukan, bisa jadi murid akan bersikap disiplin jika berhadapan dengan gurunya. Tapi, apakah sikap disiplin itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Besar kemungkinan hal itu tidak akan terjadi. Hal ini karena disiplin yang ditampakkan pada gurunya merupakan disiplin semu. Nah, disinilah tugas berat bagi seorang guru. Guru yang baik tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik murid-muridnya. Mengajar berhubungan dengan transfer ilmu pengetahuan, sedangkan mendidik berhubungan dengan pembentukan moral, etika dan kepribadian siswa. Tugas mengajar saya yakin semua orang itu bisa, meski basicnya bukan dari dunia pendidikan (lulusan FKIP atau IKIP), sedangkan mendidik itu sangat berat untuk dilakukan. Tidak semua orang mampu melakukannya.
Mengajar disiplin tidak hanya melakukan koreksi terhadap tingkah laku murid semata, melainkan juga mengajarkan murid untuk bisa mengontrol diri dan peka terhadap lingkungannya. Diharapkan dengan menumbuhkan sikap disiplin sejak dini merka akan menjadi orang yang sukses di kemudian hari. Berikut ini adalah beberapa pendekatan yang bisa dilakukan oleh guru untuk membantu murid-muridnya agar menjadi pribadi yang disiplin.

1) Beri Alasan

Jika guru melarang murid untuk tidak melakukan sesuatau, berikan alas an yang dapat diterima oleh akal. Jelaskan kepada murid dengan cara yang gambling dan mudah dipahami. Jadi hal ini tidak sekadar melarang murid untuk melakukan hal yang terlarang.

2) Beri Contoh

Kata pepatah:”Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Segala sesuatu yang dikerjakan oleh guru akan menjadi contoh bagi murid-muridnya. Kata orang Jawa, guru itu orang yang “digugu” dan “ditiru”. Maksudnya, setiap kata yang diucapkan oleh guru akan diperhatikan oleh muridnya, dan semua tingkah laku guru akan menjadi teladan bagi muridnya. Oleh karena itu, jangan menyalahkan murid yang kerpa datang terlambat, bila gurunya setali tiga uang.

3) Kompromi

Murid-murid, utamanya yang mnasih duduk di bangku Sekolah Dasar, tidak selalu bisa mengatasi mana persoalan besar dan mana persoalan kecil. Oleh karena itu, ada baiknya guru bersikap kompromi dan berusha untuk memahami kondisi psikologis murid-muridnya. Tindakan ini akan membuat murid merasa diawasi dengan membuatnya menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besra di kemudian hari.

4) Nyatakan Dengan Jelas

Guru yang baik akan mengatakan kata yang cukup bijak atas keberatan tingkah laku muridnya dengan alasan yang jelas, misalnya: “Berhentilah membuat keributan. Nanti akan mengganggu kelas lainnya.!” Dari pada mengatakan” Hei, jangan berisik!”

5) Memberitahu Dampak Buruknya

Bila guru memberikan teguran kepada murid atas perilakunya yang kurang baik, guru juga sebaiknya memberi dampak buruk dari perilaku murid, seperti: “Kalau ada guru yang menerangkan pelajaran, tolong perhatikan papan tulis. Jangan bercakap-cakap sendiri dengan temanmu. Nanti kalian tidak akan mengerti pelajaran yang Bapak/Ibu guru terangkan!”

6) Jangan Menunda Hukuman

Jika guru ingin menghukum murid karena tidak disiplin, hukumlah segera setelah menemukan ketidakdisiplinannya. Jangan menunda hukuman karena murid tidak akan maumenerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang bersifat mendidik, seperti menyuruh murid menghafal rumus-rumus, menyalin salah satu bab pada buku pelajaran ke buku catatan, dan lain-lain.

7) Jangan Mengungkit-ungkit Kesalahan

Setelah murid menjalankan hukuman, guru harus bersikap seperti semula. Jangan pernah mengungkit kesalahan-kesalahan yang yang pernah dilakukan oleh murid dan yakinlah murid sudah jera serta tidak mengulangi perbuatannya.

8) Bersikap tenang

Marah samabil berteriak, membentak, menceramahi tanpa henti, akan membuat guru orang yang melakukan tindak kekrasan verbal pada murid. Hal ini justru akan merusak penghargaan murid terhadap guru. Sekalipun murid melakukan tindakan yang memancing kemarahan guru sebaiknya berusaha untuk bersikap tenang.

9) Duduk Saat Berbicara

Ketika guru berbicara dengan murid, terutama saat memberikan kritikan usahakan dilakukan sambil duduk, agar pandangan mata guru sejajar dengan mata murid. Tidak perlu merasa kehilangan respek dengan sikap seperti ini. Justru, murid akan semakin menghormati dan menghargai gurunya.

10) Jangan Berceramah

Mengajak murid berdiskusi dari pada mengajaknya ceramah panjang lebar, maka hal ini akan membuat murid lebih displin, juga akan membiasakan murid untuk menyelesaikan persoalan dengan diskusi.


sUMBER : jARGON mULTIPLY

JANGAN MAKAN DENGAN TANGAN KIRI

Apa sebabnya?

Berikut ini beberapa hadits yang bisa anda pakai sebagai rujukan.

Hadist Pertama.
Memakai Tangan Kiri = Setan.

"Apabila salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanan dan apabila dia minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan apabila dia makan, makan dengan tangan kiri dan apabila minum, minum dengan tangan kiri."

(HR. Muslim)

Hadits Kedua.

Dari Salamah bin Al Akwa' Radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Ada seorang makan di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan menggunakan tangan kirinya, kemudian beliau bersabda, 'Makanlah dengan tangan kananmu !,' dia menjawab, 'Saya tidak bisa.' Kemudian beliau bersabda, 'Tidak, pasti kamu bisa!' Yang menyebabkan dia enggan adalah karena kesombongannya, maka setelah itu orang tersebut tidak bisa mengangkat tangannya ke mulut"

(HR. Muslim)

Pertanyaan kemudian, bagaimanakah jika ia seorang yang KIDAL?

Maka, mudah-mudahan hadits ini sebagai jawabannya;

Dari Abdullah bin Muhammad, dari seorang wanita di antara mereka yang berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk menemuiku ketika aku sedang makan dengan tangan kiriku, karena aku seorang wanita yang KIDAL.

Maka beliau memukul tanganku sehingga sesuap makanan jatuh.

Lalu beliau bersabda, "Janganlah engkau makan dengan tangan kirimu, sedangkan Allah telah menjadikan tangan kanan untukmu." Atau bersabda, "Sedangkan Allah telah menyembuhkan tangan kananmu."

(HR. Ahmad dan Thabarani. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Jilbab Al Mar'ah Al Muslimah, hal. 72)

Wallahu a'lam

sUMBER : jARGON mULTIPLY

KAJIAN AYAT-AYAT PENDIDIKAN

TAFSIR AI QUR’AN
Kajian tentang Ayat-Ayat Pendidikan

I. Tujuan Pendidikan Islam

A. Surah al-Baqarah (1-5)
1. Alif laam miim.
2. Kitab (al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi rnereka yang bertaqwa,
3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki, yang Kami anugerahkan kepada mereka,
4. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu; serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya, dan rnerekalah orang-orang yang beruntung.

Alif, Lam, miim, ayat yang cukup singkat, tetapi sangat dalam maknanya, hanya Allah yang tahu rahasianya. Sudah cukup lama para ulama al-Qur'an berbeda pendapat. Allahu A'lam, hanya Allah yang mengetahui, itulah jawaban yang dikemukakan oleh para ulama abad pertama hingga abad ketiga. Tampaknya jawaban Allabu A'lam yakni Allah lebih mengetahui masih diangap jawaban yang relevan sampai saat ini, meskipun demikian jawaban itu masih dianggap kurang memuaskan.
Pada ayat ini menggunakan isyarat jauh untuk menunjuk al-Qur'an. Semua ayat yang menunjuk kepada firman-firman Allah dengan nama al-Qur'an (bukan al-Kitab) yang mengarah pada isyarat dekat "hadzal Qur'an”. Penggunaan isyarat jauh ini bertujuan memberi kesan bahwa kitab suci ini berada dalam kedudukan tinggi dan sangat jauh dari jangkauan makhluk, karena ia bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi Maha Bijaksana, sedang penggunaan kata "hadza ini" untuk menunjukkan betapa dekat tuntunan-tuntunannya pada fitrah manusia.
Dalam hal ini pula yang dimaksud dengan orang-orang bertakwa adalah orang yang mempersiapkan jiwa mereka untuk menerima petunjuk atau yang telah mendapatkannya tetapi masih mengharapkan kelebihan, karena petunjuk Allah tidak terbatas. Dalam al-Qur'an disebutkan

"Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu dan lebib baik kesudahannya". (QS. 99:76)

Pada Ayat ke-3 dari surah al-Baqarah ini mengisyaratkan bahwa yang bertaqwa hendaknya mengimani yang ghaib, mendirikan shalat, serta menafkahkan sebagian rezeki yang telah dianugerahkan-Nya.
Yuqinun atau yakin adalah pengetahuan yang mantap tentang sesuatu dibarengi dengan tersingkirnya apa yang mengeruhkan pengetahuan itu, baik berupa keraguan maupun dalih-dalih yang dikemukakan lawan. Itu sebabnya pengetahuan Allah tidak dinamai mencapai tingkat yakin, karena pengetahuan Yang Maha Mengetahui itu sedemikian jelas sehingga tidak pernah sesat atau sedikitpun disentuh oleh keraguan. Berbeda dengan manusia yang yakin. Sebelum tiba keyakinannya, ia terlebih dahulu disentuh oleh keraguan, namun ketika ia sampai pada tahap yakin, maka keraguan yang tadinya ada langsung sirna.
Mereka itulah orang-orang yang sungguh jauh dan tinggi kedudukannya berada di atas yakni memperoleh dengan mantap petunjuk dari Tuhan Pembimbing mereka dan mereka itulah orang beruntung "muflihun" memperoleh apa yang mereka dambakan.
Dari hal diatas dapat dipahami bahwa surah al-baqarah ayat 1-5 ini sangat dalam pesan moralnya, dimana kalaulah dikaitkan dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat penulis simpulkan sebagai berikut:
1. Menambah ketaqwaan manusia pada Allah
2. Agar manusia mempercayai akan keberadaan Allah
3. mewujudkan manusia yang banyak beramal shaleh
4. Mewujudkan manusia yang percaya akan hari akhir
5. Mewujudkan kesuksesan dalam hidup.

B. Surah A1i lmran: 138-139

138. (al Qur an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertagwa.
139. Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (Pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tingi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

Pada ayat 138 dalam surah Ali Imran ini mengandung pesan-pesan yang sangat jelas, bahwa al-Qur’an secara keseluruhan adalah penerangan yang memberi keterangan dan menghilangkan kesangsian serta keraguan bagi manusia, atau dengan kata lain ayat ini memberikan informasi tentang keutamaan al-Qur'an yang mengungkap adanya hukum-hukum yang mengatur kehidupan masyarakat. Kitab tersebut berfungsi mengubah masyarakat dan mengeluarkan anggotanya dari kegelapan menuju terang benderang dari kehidupan negative menuju kehidupan positif. Al-Qur'an memang adalah penerangan bagi seluruh manusia, petunjuk, serta peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa.
Pernyataan Allah ini adalah penjelasan bagi manusia, juga mengandung makna bahwa Allah tidak menjatuhkan sanksi sebelum manusia mengetahui sanksi tersebut. Dia tidak menyiksa manusia secara mendadak, karena ini adalah petunjuk, lagi peringatan.
Pada ayat 139 ini membicarakan tentang kelompok pada perang uhud. Pada perang uhud mereka tidak meraih kemenangan bahkan menderita luka dan poembunuhan, dan dalam perang badar mereka dengan gemilang meraih kemenangan dan berhasil melawan dan membunuh sekian banyak lawan mereka, maka itu merupakan bagian dari sunnatullah. Namun demikian, apa yang mereka alami dalam perang uhud tidak perlu menjadikan mereka berputus asa. Karena itu, janganlah kamu melemah menghadapi musuhmu dan musuh Allah, kuatkan jasmanimu dan janganlah (pula) kamu bersedih akibat dari apa yang kamu alami dalam perang uhud, atau peristiwa lain yang seupa, kuatkanlah mentalmu. Mengapa kamu lemah atau bersedih padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) di sisi Allah, di dunia dan di akherat. Di dunia kamu memperjuangkan agama Allah itulah sebuah kebenaran, di akherat kamu mendapatkan surga Allah. Ini jika kamu orang-orang mukmin, yakni benar-benar keimanan telah mantap dalam hatimu.
Bila kita kaitkan dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri dapat kita ketahui sebagai berikut
1. Mewujudkan bimbingan pada manusia agar tidak binasa dengan hukum-hukum alam
2. Mewujudkan kebahagiaan pada hambanya
3. menjadikan manusia yang intelek dan mempunyai derajat yang tinggi

c. Surah al-Fath: 29

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam lnjil, yaitu seperti tanaman mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan orang-orang mu'min).Allab menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan menegakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pabala yang besar". (QS. 48:29)

Pada ayat ini Allah menjelaskan sifat dan sikap Nabi Muhammad SAW beserta pengikut-pengikut beliau. Allah berfirman: Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang diutusnya membawa rahmat bagi seluruh alam dan orang-orang yang bersama dengannya yakni sahabat-sahabat Nabi serta pengikut-pengikut setia beliau adalah orang-orang yang bersikap keras yakni tegas tidak berbasa-basi yang mengorbankan akidahnya terhadap orang-orang kafir. Walau mereka memiliki sikap tegas itu namun mereka berkasih sayang antar sesama mereka. Mereka juga ruku' dan sujud dengan tulus ikhlas karena Allah, senantiasa mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya yang agung.. demikian itulah sifat-sifat yang agung dan luhur serta tinggi. Demikian itulah keadaan orang mukmin pengikut Nabi Muhammad SAW. Allah menjanjikan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh di antara mereka yang bersama Nabi serta siapapun yang mengikuti cara hidup mereka dapat mencapai kesempurnaan atau luput dari kesalahan atau dosa.
Kalimat asyidda'u 'ala al-kuffar sering kali dijadikan oleh sementara orang sebagai bukti keharusan bersikap keras terhadap non muslim. Kalaupun dipahami sebagai sikap keras, maka itu dalam konteks peperangan dan penegakan sanksi hukum yang dibenarkan agama. Ini serupa dengan firman-Nya

"… dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat ....." (QS. 24:2)
Dari hal diatas dapat kita ketahui makna yang terkandung dari ayat diatas sbagai berikut
1. Mewujudkan rasa hormat dan rasa kasih saying sesama manusia
2. Mewujudkan seorang hamba yang ahli sujud dan taubat
3. Mewujudkan manusia yang selalu menyenangkan orang lain

d Surah al-Hajj: 41
"(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan Zakat, menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan ". (QS. 22:47)

Ayat ini menerangkan tentang keadaan orang-orang yang diberikan kemenangan dan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi; yakni Kami berikan mereka kekuasaan mengelola satu wilayah dalam keadaan mereka yang merdeka niscaya mereka melaksanakan shalat secara sempurna rukun, syarat, dan sunnah-sunnahnya dan mereka juga menunaikan zakat sesuai kadarnya. Serta mereka menyuruh anggota masyarakatnya agar berbuat yang ma'ruf serta mencegah dari yang munkar.
Ayat di atas mencerminkan sekelumit dari ciri-ciri masyarakat yang diidamkan Islam, kapan dan di manapun, dan yang telah terbukti dalam sejarah melalui masyarakat Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau.
Al-Qur'an mengisyaratkan kedua nilai di atas dalam firman-Nya dalam surah Ali Imran, ayat 104 yang berbunyi

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung". (QS 3:104)

Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut
1. Mewujudkan seorang yang selalu menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran
2. Mewujudkan manusia yang selalu bertawaqqal pada Allah.

e. Surah adz-Dzariyat: 56
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku".
(QS. 59:50)

Ayat di atas menggunakan bentuk persona pertama (Aku). Ini bukan saja bertujuan menekankan pesan yang di kandungnya tetapi juga untuk mengisyaratkan bahwa perbuatan-perbuatan Allah tidak melibatkan malaikat atau sebab-sebab lainnya. Di sini penekanannya adalah beribadah kepada-Nya semata-mata, maka redaksi yang digunakan berbentuk tunggal dan tertuju kepada-Nya semata-mata tanpa memheri kesan adanya keterlibatan selain Allah S WT.
Didahulukannya penyebutan kata al jin/jin dari kata al-ins/manusia karena jin lebih dahulu diciptakan Allah dari pada manusia.
Kaitannya dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat kita pahami sebagai berikut:
Pertama, kemantapan makna penghambaan diri kepada Allah dalam hati setiap insan. Tidak ada dalam wujud ini kecuali satu Tuhan dan selain-Nya adalah hamba-hamba-Nya.
Kedua, Mengarah kepada Allah dengan setiap gerak pada nurani, pada setiap anggota badan dan setiap gerak dalam hidup. Semuanya mengarah hanya kepada Allah secara tulus. Dengan demikian, terlaksanalah makna ibadah.

f. Surah .Hud: 61
"Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia Dia telah meciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya, karena itu mohanlah ampunan-Nya kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmat Nya) lagi memperkenankan (do'a hamba Nya)". (QS. 11:61)

Setelah selesai kisah Ad kini giliran kisah suku Tsamud. Tsamud juga merupakan satu suku terbesar yang telah punah. Mereka adalah keturunan Tsamud Ibnu Jatsar, Ibnu Iram Ibnu Sam, Ibnu Nuh. Dengan demikian silsilah keturunan mereka bertemu dengan Ad pada kakek yang sama yaitu Imran.
Kaum Tsamud pada mulanya menarik pelajaran berharga dari pengalaman buruk kaum Ad, karena itu mereka beriman kepada Allah SWT. Pada masa itulah, merekapun berhasil membangun peradaban yang cukup megah, tetapi keberhasilan itu menjadikan mereka lengah sehingga mereka kembali menyembah berhala serupa dengan berhala yang disembah kaum Ad. Ketika itulah Allah mengutus Nabi Shaleh as mengingatkan mereka agar tidak mempersekutukan Allah tetapi tuntunan dan peringatan beliau tidak disambut baik oleh mayoritas kaum Tsamud.
Ayat ini mengandung perintah yang jelas kepada manusia --langsung maupun tidak langsung-- untuk membangun bumi dalam kedudukannya sebagai khalifah, sekaligus menjadi alasan mengapa manusia harus menyembah Allah SWT semata-mata.
Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut:
1. Mewujudkan seorang hamba yang shaleh
2. Mewujudkan akan keesaan Tuhan
3. Mewujudkan manusia yang ahli do’a
4. Menunjukkan akan luasnya ilmu Tuhan

II. Subjek Pendidikan

a. Ar-Rahman: 1-4
(Rabb) Yang Maha Pemurah, (QS. 55:1)
Yang telab mengajarkan al Qur'an. (QS. 55:2)
Dia menciptakan manusia, (QS. 55:3)
Mengajarnya pandai berbicara (QS. 55:4)

Al-Qur'an adalah firman-firman Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dengan lafal dan maknanya yang beribadah siapa yang membacanya, menjadi bukti kebenaran mukjizat Nabi Muhammad SAW. Kata al-Qur'an dapat dipahami sebagai keseluruhan ayat-ayatnya yang enam ribu lebih itu, dan dapat juga digunakan untuk menunjuk walau satu ayat saja bagian dari satu ayat. Kata al-Insan disini mencakup semua jenis manusia, sejak Adam as. Hingga akhir zaman. AI-Bayan berarti jelas. Namun ia tidak terbatas pada ucapan, tetapi mencakup segala bentuk ekspresi, termasuk seni dan raut muka.
Dimulainya surah ini dengan kata ar-Rahman bertujuan mengundang rasa ingin tahu mereka dengan harapan akan tergugah untuk mengakui nikmat-nikmat dan beriman kepada Allah.
Allah ar-Rahman yang mengajarkan al-Qur’an itu ialah yang menciptakan manusia, makhluk yang paling membutuhkan tuntunannya.

b. Surah an Nahl: 43-44
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui, (QS. 16:43)
keteraqan-keterangan (mujizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur'an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya meraka memikirkan, (QS. 16:44)

Pada ayat ini diuraikan kesesatan pandangan kaum musyrikin menyangkut kerasulan Nabi Muhammad SAW. Dalam penolakan terhadap apa yang diturunkan Allah SWT mereka selalu berkata bahwa manusia tidak wajar menjadi rasul atau utusan Allah, atau paling tidak ia harus disertai oleh malaikat. Nah, ayat ini menegaskan bahwa: Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu kepada umat manusia kapan dan di manapun kecuali orang-orang lelaki yakni jenis manusia pilihan, bukan malaikat yang Kami beri wahyu kepada mereka antara lain melalui malaikat Jibril. Maka wahai orang-orang yang ragu atau tidak tahu bertanyalah kepada ahl dzikr yakni orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui.
Kata ahl dzikr pada ayat ini dipahami oleh banyak ulama dalam arti para pemuka Yahudi dan Nasrani. Mereka adalah orang-orang yang dapat memberi infonnasi tentang kemanusiaan para rasul yang diutus Allah. Mereka wajar ditanyai karena mereka tidak dapat dituduh berpihak pada informasi al-Qur'an sebab mereka juga termasuk yang tidak mempercayainya, kendati demikian persoalan kemanusiaan para rasul, mereka akui. Ada juga yang memahami istilah ini dalam arti sejarawan, baik muslim ataupun non muslim.
Walaupun penggalan ayat ini turun dalam konteks tertentu, yakni objek pertanyaan, serta siapa yang ditanya tertentu pula, namun karena redaksinya yang bersifat umum, maka ia dapat dipahami pula sebagai perintah bertanya apa saja yang tidak diketahui atau diragukan kebenarannya kepada siapapun yang tahu dan tidak tertuduh objektivitasnya.
Ayat di atas mengubah redaksinya dari persona ketiga menjadi persona kedua yang ditujukan langsung kepada mitra bicara, dalam hal ini adalah Nabi Muhammad SAW. Agaknya hal ini mengisyaratkan penghormatan kepada beliau dan bahwa beliau termasuk dalam kelompok rasul-rasul yang diutus Allah, bahkan kedudukan beliau tidak kurang.
Penyebutan anugerah Allah kepada Nabi Muhammad secara khusus dan bahwa yang dianugerahkan-Nya itu adalah adz-dzikr mengesankan perbedaan kedudukan beliau dengan para nabi dan para rasul sebelumnya. Dalam konteks ini Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak seorang nabipun kecuali telah dianugerahkan Allah apa (bukti-bukti indrawi) yang menjadikan manusia percaya padanya. Dan sesungguhnya aku dianugerahi wahyu (al-Qur'an) yang bersifat immaterial dan kekal sepanjang masa, maka aku mengharap menjadi yang paling banyak pengikutnya di hari kemudian". (HR.Bukhori).
Ayat ini juga menugaskan Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan al-Qur'an. Bayan atau penjelasan Nabi Muhammad itu bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. Memang as-Sunah mempunyai fungsi yang berhubungan dengan al-Qur'an dan fungsi sehubungan dengan pembinaan hokum syara'. Ada dua fungsi penjelasan Nabi Muhammad dalam kaitannya dengan al-Qur'an yaitu Bayan Ta'kid dan Bayan Tafsir. Yang pertama sekedar menguatkan atau menggarisbawahi kembali apa yang terdapat dalam Al-Qur'an, sedang yang kedua memperjelas, merinci, bahkan membatasi pengertian lahir dari ayat-ayat al-Qur'an.

c. Surah al-Kahf: 66
Musa berkata kepada Khidhr "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu" (QS. 18: 66)

Dalam pertemuan kedua tokoh pada ayat ini diceritakan Nabi Musa yang terkesan banyak menanyakan sesuatu kepada salah satu hamba Allah yang memiliki ilmu khusus. Sementara jawaban dari orang tersebut menyatakan bahwa Nabi Musa tidak akan sanggup untuk sabar bersamanya. Dan bagaimana Nabi Musa dapat sabar atas sesuatu, sementara ia belum menjangkau secara menyeluruh beritanya.
Ucapan hamba Allah ini, memberi isyarat bahwa seorang pendidik hendaknya menuntun anak didiknya dan rnemberi tahu kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi dalam menuntut ilmu, bahkan mengarahkannya untuk tidak mempelajari sesuatu jika sang pendidik mengetahui bahwa potensi anak didiknya tidak sesuai dengan bidang ilmu yang akan dipelajarinya.

III. Objek Pendidikan

a Surah asy-Syu'ara: 214
"Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat" QS. 26: 214)

Ketika ayat ini turun, Rasul SAW naik ke puncak bukit Shafa, di Mekah, lalu menyeru keluarga dekat beliau dari keluarga besar 'Ady dan Fihr yang berinduk pada suku Quraisy. Semua keluarga hadir atau mengirim utusan. Abu Lahab pun datang, Ialu Nabi SAW bersabda: "bagaimana pendapat kalian, jika aku berkata bahwa:di belakang lembah ini ada pasukan berkuda bermaksud menyerang kalian, apakah kalian mempercayai aku?" mereka berkata: "Ya, kami belum pernah mendapatkan darimu kecuali kebenaran". Lalu Nabi bersabda: "Aku menyampaikan kepada kamu semua sebuah peringatan, bahwa di hadapan sana (masa datang) ada siksa yang pedih". Abu Lahab yang mendengar sabda beliau itu, berteriak kepada Nabi SAW berkata: "celakalah engkau sepanjang hari, apakah untuk maksud itu engkau mengumpulkan kami?" Maka turunlah surah Tabbat Yada Abi Lahab" (HR.Bukhori, Muslim, Ahmad dan lain-lain melalui Ibn Abbas).
Demikianlah ayat ini mengajarkan kepada rasul SAW dan umatnya agar tidak pilih kasih, atau memberi kemudahan kepada keluarga dalam hal pemberian peringatan. Ini berarti Nabi Muhammad SAW dan keluarga beliau tidak kebal hukum, tidak juga terbebaskan dari kewajiban. Mereka tidak memiliki hak berlebih atas dasar kekerabatan kepada rasul SAW, karena semua adalah hamba Allah, tidak ada perbedaan antara keluarga atau orang lain. Bila ada kelebihan yang berhak mereka peroleh, maka itu disebabkan karena keberhasilan mereka mendekat kepada Allah dan menghiasi diri dengan ilmu serta akhlak yang mulia.

b. Surah an Nisa: 170
Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dan Rabbmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan .Allah sedikitpun) karena sesunguhnya apa di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS 4: 170)

Rasul SAW telah membawa kebenaran dari Allah sambil membuktikan keliruan bahkan kesesatan pandangan ahl kitab, kini menjadi sangat wajar menyampaikan ajakan kepada seluruh manusia bukan hanya ahl kitab: wahai seluruh manusia, sesungguhnya telah datang kepada kamu rasul yakni Muhammad SAW, dengan membawa tuntunan al-Qur'an dan syari'at yang mengandung kebenaran dari Tuhan Pembimbing dan Pemelihara kamu, maka karena itu berimanlah dengan iman yang benar. Itulah, yakni keimanan itu yang baik bagimu. Dan jika kamu terus menerus kafir, maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun, tidak juga mengurangi kekuasaan dan kepemilikan-Nya, karena sesurgguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah di bawah kendali-Nya.
Kehadiran rasul yang dinyatakan dating kepadamu, serta pernyataan bahwa yang beliau bawa adalah tuntunan dari Tuhan pembimbing dan pemelihara kamu dimaksudkan sebagai rangsangan kepada mitra bicara, agar menerima siapa yang datang dan menerima apa yang di bawanya.

IV. Kewajiban Belajar Mengajar

a Surah al-Ankabut: 19-20
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali).Sesungguhnya.yang demikian itu mudah bagi Allah. (QS. 29: 99)
Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya.Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 29: 20)

Allah yang memulai penciptaan dipahami dalam arti "Dia Yang menciptakan segala sesuatu pertama kali dan tanpa contoh sebelumnya". Ini mengadung arti bahwa Allah ada sebelum sesuatu itu ada. Dia yang mencipta dari tiada, maka wujudlah segala sesuatu yang dikehendaki-Nya.
Allah yang pertama kali mewujudkan sesuatu kalau bukan Dia siapa lagi yang mewujudkankannya? Sebagaimana firman-Nya:


Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri) (QS. 52:35)

Begitu antara lain al-Qur'an membuktikan wujud Allah dan sifat-Nya sebagai Mubdi'.
Sebenarnya menciptakan pertama kali, sama saja bagi Allah dengan menghidupkan kembali. Keduanya adalah memberi wujud kepada sesuatu. Kalau pada penciptaan pertama yang wujud belum pernah ada, dan ternyata dapat wujud, maka penciptaan kedua juga memberi wujud dan ini dalam logika manusia tentu lebih mudah serta lebih logis dari pada penciptaan pertama itu.
Kaum musyrikin terheran mendengar pernyataan al-Qur'an bahwa setelah kematian mereka akan dihidupkan lagi:


Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru" (QS. 17:49)

Al-Qur'an memerintahkan Nabi Muhammad SAW menjawab mereka:

Katakanlah: “Jadilah kamu sekalian batu atau besi, (QS. 17:50)
atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu". Maka mereka akan bertanya "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali". Katakanlah: "Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama". Lalu mereka akan menggelenggelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: "Kapan (akan terjadi)"
Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat". (QS. 17:51)

Dari ayat tersebut di atas (al-Ankabut: 20) memerintahkan untuk melakukan perjalanan, dengannya seseorang akan menemukan banyak pelajaran berharga baik melalui ciptaan Allah yang terhampar dan beraneka ragam, maupun dari peninggalan lama yang masih tersisa puing-puingnya. Pandangan kepada hal-hal itu akan mengantarkan seseorang yang menggunakan akalnya untuk sampai kepada kesimpulan bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini, dan bahwa di balik peristiwa dan ciptaan itu, wujud satu kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Besar lagi Maha Esa yaitu Allah SWT:

V. Metode Pendidikan
a Surah al-Maidah: 67
Hai Rasul, sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu hendak menyampatkan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dan gangguan) manusia Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir (QS. 5: 67)

Ar-Razi berpendapat, bahwa ayat ini merupakan janji Allah kepada nabi-Nya Muhammad SAW bahwa beliau akan dipelihara Allah dari gangguan dan tipu daya orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena ayat-ayat yang mendahuluinya demikian juga sesudahnya berbicara tentang mereka.
Thahir ibn Asyur menambahkan bahwa ayat ini mengingatkan rasul agar menyampaikan ajaran agama kepada ahl kitab tanpa menghiraukan kritik dan ancaman mereka, apalagi teguran-teguran pada ayat-ayat yang lalu merupakan teguran yang keras. Teguran keras ini pada hakikatnya tidak sejalan dengan sifat nabi yang cenderung memilih sikap lembut, bermujadalah dengan yang terbaik. Tetapi di sini Allah memerintahkan bersikap lebih tegas menerapkan pengecualian yang diperintahkan-Nya pada Qur'an surah an-Nisa ayat 148:

Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 4: 148)

b. Surah al A'raf: 176-177
Dan kalau Kami menghendaki; sesungguhnya Kami tingikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan bawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami Maka ceritakanlan (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir (QS. 7:176)
Amat buruklah perummpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim. (QS. 7:177)

Ayat ini menguraikan keadaan siapapun yang melepaskan diri dari pengetahuan yang telah dimilikinya. Allah SWT menyatakan bahwa sekiranya Kami menghendaki, pasti Kami menyucikan jiwanya dan meninggikan derajatnya dengannya yakni melalui pengamalannya terhadap ayat-ayat itu, tetapi dia mengekal yakni cenderung menetap terus menerus di dunia menikmati gemerlapnya serta merasa bahagia dan tenang menghadapinya dan menurutkan dengan antusias hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya adalah seperti anjing yang selalu menjulurkan lidahnya.

VI. Evaluasi Pendidikan

a. Surah al-Baqarah: 184

(yaitu) dalam beberapa hari yang tertextu. Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblab baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya jika mereka tidak berpuasa), membayar fidyab, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebib baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetabui. (QS. 2: 184)

REFERENSI

Shihab, M.Quraish, Tafsir Al-Misbah; Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur'an, (Jakarta: Lentera Hati, 2001)
_______________, Tafsir al-Qur-an al-Karim ( Bandung: : Pustaka Hidayah, 1997)

Departemen agama, al-Qur’an dan Tafsirnya ( Jakarta: Proyek pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an, 1990)
Tafsir Ibnu Katsir, (Surabaya: PT. Bina Ilmu, 1992)A
Ahmad Mustafa al-Maragi, Tafsir al-Maragi ( Mesir: Mustafa al-Babi al-Halabi, 1974)

sUMBER : jARGON mULTIPLY

Rabu, 26 Maret 2008

SADAM DALAM PRESTASI

  • KEBERHASILAN SMP 126
    TAHUN PELAJARAN 2003-2004 S/D 2007-2008

    A. Bidang Akademik

    1. Ujian Akhir Nasional tingkat DKI
    Tahun Peringkat Lulus
    2003-2004 44 100%
    2004-2005 45 100%
    2005-2006 45 100%
    2006-2007 45 100%

    B. Bidang Non Akademik

    1. OLAH RAGA
    Tahun Pelajaran 2003-2004
    Juara Umum PORSENI Sanggar Kramat jati
    Tahun Pelajaran 2004-2005
    Runner Up Porseni Sanggar Kramat jati
    Tahun Pelajaran 2007-2008
    - Juara 1 s.d 7 Putra lomba lari 5 Km HUT DKI Tingkat kec Kramat Jati
    - Juara 3 dan 5 Putri Lomba lari 5 Km HUT DKI Tingkat kec Kramat Jati
    - Juara 2 Basket Putri Porseni Tingkat Jakarta Timur
    - Juara 2 Bulu Tangkis POR Pelajar Tingkat Jakarta Timur
    - Juara 1 lari 80 m Putra Tingkat Jakarta Timur
    - Juara 2 Basket SMP POR Pelajar Tingkat Jakarta Timur
    - Juara 1 Lompat Jauh Putra POR Pelajar Tingkat Jakarta Timur
    - Juara 3 Atletik putra PORSENI Tingkat DKI Jakarta
    - Juara 2 Timur ( medali ) Porseni Jaktim Tingkat Jakarta Timur

    2. Seni Budaya
    - Juara Harapan 1 Ansamble Musik Recorder SMP Tingkat Jakarta Timur
    - Marawis Juara Harapan 3 kec Kramat jati Jakarta timur

  • 3. PRAMUKA
    Juara Umum Lomba Pramuka Tingkat Kodya Jakarta Timur
    Tahun Pelajaran 2004-2005

    Jakarta, Desember 2007
    Kepala Sekolah



    Drs.Dedy Suryadi
    NIP: 131 395 241

Jumat, 21 Maret 2008

Apakah Tuhan mencipatakan kejahatan

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakahkejahatan itu ada?Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? SeorangProfesor dari sebuah universitasterkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya denganpertanyaan ini,"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul,Dia yang menciptakansemuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanyaprofessor sekali lagi."Ya,Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakansegalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan.Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kitabahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadikita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawabhipotesis professor tersebut.Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diribahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalauagama itu adalah sebuah mitos.Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata,"Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?""Tentu saja," jawab si ProfesorMahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor,apakah dingin itu ada?""Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin ituada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya siprofessor diiringi tawa mahasiswa lainnya.Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak,dingin itu tidak ada.Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin ituadalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalahketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikelmenjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhutersebut. Kita menciptakan kata dingin untukmendeskripsikan ketiadaan panas.Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakahgelap itu ada?"Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah,Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalahkeadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kitapelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakanprisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadibeberapa warna dan mempelajari berbagai panjanggelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisamengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangandiukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangantersebut.Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikanketiadaan cahaya."Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakahkejahatan itu ada?"Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentusaja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyakperkara kriminal dan kekerasan di antara manusia.Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi darikejahatan."Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,"Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itutidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah katayang dipakai manusia untuk mendeskripsikanketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasihTuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbuldari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dariketiadaan cahaya."Profesor itu terdiam.Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Kamis, 13 Maret 2008

Prestasi



P R E S T A S I


Drs. Dedy Suryadi, MM
Kepala sekolah mengatakan...Sekolah selalu menginginkan mutu yang baik, mulai dari : input, proses, output/outcome yang baik dan berkualitas.

Peningkatan mutu akan tercapai jika program-program yang direncanakan dapat terlaksana, tetapi peningkatan mutu akan terhambat jika perencanaan yang telah disusun tidak terlaksana dan beberapa hal yang penunjang juga kuran70g misalnya : Kurangnya sarana prasarana Pendidikan (Gedung yang sudah tua dibangun 1978, 50 % meubeler siswa kondisinya sudah kurang dari 50 %).


Sumber daya , baik SDM maupun dana yang tidak terpenuhinya kebutuhan. Lingkungan sekolah tidak kondusif (dikelilingi pembuangan sampah dan sering terganggu asap juga bau tidak sedap )Motivasi siswa yang sangat kurang (dukungan orang tua masih rendah). Keadaan ekonomi orang tua lemah, sehingga siswa kurang terpenuhinya gizinya.Belum berfungsinya MPMBS secara legal aspect.Dan beberapa hal lain.


SMP Negeri 126 Jakarta terletak di kawasan yang oleh pemerintah daerah DKI Jakarta dinyatakan “Kawasan Cagar Budaya“ atau dikenal dengan “Kawasan Condet”dan daerah peresapan air untuk wilayah DKI Jakarta timur bagian selatan. Sehingga perkembangan daerah ini agak terlambat.


SMP 126 yang satu-satunya SMP Negeri di wilayah Kel. Batu Ampar dapat menjadi sekolah idaman bagi 13 SD Negeri , yang pada umumnya orang tua menginginkan putra-putrinya sekolah di SMP 126 Jakarta.Pengalaman PSB tahun-tahun lalu daya tampung SMP 126 lebih kecil dari jumlah siswa dari 13 SD di Batu Ampar dan beberapa SD di Kel. Tengah dan juga SD di Kel. Balekambang. Hal tersebut di atas menjadikan SMP 126 dapat bersaing dengan sekolah-sekolah Negeri di sekitarnya dan berada pada peringkat 4 dari 10 sekolah Negeri yang ada di Kecamatan Kramat Jati. Tentu ini semua berkat perjuangan yang gigih oleh seluruh Guru ,Karyawan yang dalam bimbingan Kepala Sekolah dan Pengawas Paket Kec. Kramat Jati.


Seyogyanya SMP Negeri 126 Jakarta mempunyai sarana prasarana dan peralatan pendidikan yang memadai sehingga SMP Negeri 126 menjadi sekolah idaman masyarakat di Condet khususnya dan Kec. Kramatjati pada umumnya.